Kamis, 03 Mei 2018

Pintu kita

Pintu kita kepada ALLAH Subhanahu wa Ta'ala adalah Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan pintu kita kepada Rasulullah adalah dengan Bersholawat kepadanya 🌷

- Syekh Ali Jum'ah

۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

Tertipu Akan Amal

IMAM HASAN AL BASHRI (RA):
"Janganlah kamu tertipu dengan banyaknya amal ibadah yang telah kamu lakukan,karena sesungguhnya kamu tidak mengetahui apakah Allah menerima amalan kamu atau tidakJangan pula kamu merasa aman dari dosa-dosa yang kamu lakukan,karena sesungguhnya kamu tidak mengetahui apakah Allah mengampuni dosa-dosa kamu tersebut atau tidak".

AJARAN RIDHA RABI’AH ADAWIYAH


Seorang ulama salaf mengatakan, “Sungguh, apabila Allah telah membuat ketentuan di langit, maka Dia ingin agar penduduk bumi ridha dengan ketentuan-Nya tersebut.” Abu Darda juga menuturkan, “Titik puncak sebuah iman adalah sabar menghadapi apa yang Dia tetapkan dan ridha menerima takdir yang Dia tentukan.”

Sahabat Umar Bin Khattab r.a. mengatakan,”Aku nggak mau pusing dengan keadaanku di waktu pagi dan sore! Aku tak peduli, susah atau bahagia.”

Alkisah. Suatu hari Sofyan As-Tsawri berkata di dekat Rabi’ah Adawiyah, “Ya Allah, berikanlah ridha-Mu kepadaku!” Lalu, tiba-tiba Rabi’ah menegurnya, “Apa engkau tidak malu kepada Allah untuk meminta ridha-Nya, padahal engkau sendiri tidak ridha kepada-Nya.”

Maka, secara spontan, Sofyan As-Tsawri langsung menyebut, “Astagfirullah...”  Melihat kejadian ini, Ja’far Ibn Sulaiman Ad-Dhibi bertanya kepada Rabi’ah Adawiyah, “Kapan seorang hamba dikatakan ridha kepada-Nya?” Rabi’ah menjawab, “Ketika kebahagiaannya saat ditimpa musibah sama dengan kebahagiaannya saat diberi nikmat.”

( Dikutip dari Kitab Mahabbah karya Imam Al-Ghazali )

5X Sehari Mendoakan Orang Tua

*Sungguh Durhaka Anak yg Mendoakan Orangtuanya 5x sehari*
(Ustad Arifin Nugroho)

Saya pernah datang ke Kairo - Mesir.

Pada saat sholat Zhuhur ada kajian dari Syaikh yang mengisi kajian sambil berjualan buku.

Di akhir kajian, saya sempatkan utk membeli buku yang di jual oleh Syaikh tadi.

Judul bukunya *_"Melipat gandakan keuntungan dengan berbakti kepada orangtua."_*

Dalam satu bab di buku tersebut di bahas mengenai *Adab Kepada Orangtua*.

Dimana dikatakan bahwa ,
_"Sungguh durhaka seorang anak yang hanya mendoakan kedua orangtuanya hanya 5 kali dalam satu hari."_

Saya bingung, kenapa kita sudah mendo'akan orangtua sehari 5 kali, kok masih di bilang anak durhaka ?

Saya coba balik lagi ke masjid tempat saya membeli buku tersebut, saya tanyakan kepada pengurus kajian di masjid itu, di mana saya bisa menemui Syaikh yang kemarin memberi kajian di masjid ini.

Dan setelah saya dapatkan nomor ponselnya, saya hubungi dan kami janjian untuk bertemu di sebuah masjid yang kebetulan beliau sedang mengisi kajian juga.

Selesai kajian, saya bertemu dengan beliau, dan saya bertanya, kenapa kok seorang anak yang sudah mendo'akan kedua orangtuanya 5 kali sehari, masih di katakan anak yang durhaka?

Syaikh itu kemudian meminta kepada saya untuk membacakan do'a untuk kedua orangtua.

Dan saya bacakan do'a yang biasa saya baca setelah sholat.

_*"Rabighfirli waliwali dayya"*_

_"Stop."_, kata si Syaikh.
_"Ulangi lagi"._

_*"Rabighfirli waliwali dayya"*_
_"Stop, ulangi lagi."_

_*"Rabighfirli waliwali dayya"*_
_"Stop, ulangi lagi"._

Terus saya ulangi sampai sepuluh kali.

Kemudian si Syaikh bertanya kepada saya, _"Apakah kamu capek?"_
_"Tidak, Syaikh"_.
_"Apakah kamu sampai berkeringat?"_
_"Tidak, Syaikh"_.
_"Apakah kamu sampai mengeluarkan uang membaca do'a seperti yang kamu baca tadi?"_

Kembali saya jawab tidak

_"Kamu gak perlu mengeluarkan uang, kamu gak perlu mengeluarkan keringat, kamu gak perlu mengeluarkan tenaga yang besar hanya untuk membacakan do'a ampunan kepada kedua orangtuamu."_

_"Tapi kenapa kamu hanya bisa memintakan ampunan buat orangtuamu sehari semalam cuma 5 kali?"_

_"Padahal sejak kamu masih berada dalam perut ibumu, berapa banyak keringatnya yang sudah ibumu keluarkan karena beratnya menanggung kamu yang berada di perutnya?"_

_"Betapa sakitnya ibumu saat melahirkan kamu, berapa besar biaya yang sudah dikeluarkan kedua orangtuamu untuk membesarkan kamu?"_

_"Dan sebagai balasannya, kamu hanya bisa mendo'akan kedua orangtua mu cuma 5 kali dalam sehari semalam?"_

_"Padahal satu kali saat kamu membacakan do'a untuk kedua orangtuamu, *Rabighfirli waliwali dayya*, saat itu juga satu dosa dari orang tuamu dihapuskan ALLAH."_

_"Dan ada sebuah kisah, dimana ada seorang orangtua yang saat dia dimakamkan penuh dengan dosa, tiba-tiba, saat orangtua tersebut sedang kesusahan di alam kuburnya, ALLAH berikan keringan dan ALLAH berikan kemuliaan."_

_"Sampai2 si ahlul kubur bingung, kenapa dia di angkat derajatnya seperti ini?"_

_"Kemudian jawab malaikat, *"Ini berkat do'a anak anak mu"*._

_Masya Allah,,,_

Sekarang, apakah kita masih berat untuk membacakan do'a untuk kedua orangtua kita sehari lebih dari 50 kali?

*_Renungkan lah_*🙏🙏

Siti Khadijah

*Ibu SITI KHADIJAH*
(Istri Rasulullah)

- Tak Tahan Air Mata, Banyak Yang Menangis Membaca Kisah Ibu Siti Khadijah (Istri Rasulullah) ini

- Ibu Siti Khadijah Memang Wanita Istimewa.
DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah, istri pertama Rasulullah SAW.
Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan.

- Namun ketika wafat, tak selembar kafanpun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Ibu Siti Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur.

- Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku.
Aku malu dan takut memintanya sendiri”.

- Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai istriku Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.

- Ibu Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Rasulullah.

- Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

- Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.
Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”
“Kafan ini untuk Siti Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.

- Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”
“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan.
Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

- Rasulullah berkata di dekat jasad Siti Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu.

- Pengabdianmu kepada Islam dan dirimu sungguh luar biasa.
Allah Maha mengetahui semua amalanmu.
Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam.
Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.
Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”

- Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

- Siti Khadijah
Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.

- Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.
Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah.
Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

- Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur.
Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.

- Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang.
Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.
“Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang.
Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis.
Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan," jawab Khadijah.
"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan.
Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.

"Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini.
Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah.
Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

- Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah. “Ya Allah, ya Ilahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.

- Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku.
Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib.
jawab ,menantu Rasullulah.....

Barakallahu fii umriik

Semoga yang like dan coment Aamiin diberkahi rejeki berlimpah dan bisa sowan makam Rasulullah dan Ibu Siti Khadijah Aamiin...

Yg mengetik aamiin n share semoga bertemu nabi di Surga aamiin...

klik BAGIKAN jika anda Islam.

FATAHA YAFTAHU

PERCAMPURAN LAKI-LAKI & PEREMPUAN DI MAQBARAH AULIYA'

pada tanggal April 19, 2018

ويوما استشاره   جماعة     من العلماء المقيمين بسورابايا الشمالية عن مسالة الاختلاط بين الجنسين غير المْحرمين ، عند زيارة الناس لمولانا امفيل فى مدفنه وغيره من الاكابر ، فقال لهم : ان تنظيم الناس رجالا ونساء عند قدومهم الى مدفن بعض الاولياء صعب لامحالة ، وان منع الاختلاط فى الاسواق والشوارع اولى من هذا التنظيم . فليعترف كـل منا ان الاختلاط حرام ، وان قصد الجنسان زيارة بعض الاولياء ، ولكن الزائرين على هذه الحالة ما زالوا رابحين فى تجارتهم ؛ لان ثواب المْحبة مازال ا كثر  بالنسبة لخسارة الاختلاط بين الجنسين . (سبيل الواقى)

pada suatu hari, Kyai Utsman Al Ishaqi ra. ditanya oleh para Ulama' yang berada di daerah Surabaya utara mengenai percampuran pria dan wanita ketika ziarah ke maqbaroh para wali, beliau menjawab : untuk menertibkan laki-laki dan perempuan saat ziaroh ke makam para wali sangatlah sulit, namun sesungguhnya dari pada yang ini lebih penting menertibkan yang di pasar saja, perlu kita akui bahwa percampuran semacam ini hukumnya haram, walaupun bertujuan ziarah kepada para Wali, akan tetapi percampuran yang terjadi saat ziarah ke makam para Wali itu masih untung ibaratkan orang yang berdagang, karena pahala mencintai Wali itu lebih besar dibanding ruginya percampuran antara laki-laki dan perempuan. (dikutip dari kitab : Sabilul Waqi)

Catatan :
- Beliau mengakui bahwa percampuran semacam itu tetap haram, beliau tidak menganggap halal terhadap sesuatu yang haram.
- hanya orang seperti Beliau yang dapat mengetahui perbandingan antara pahala dan dosa.

Menjaga Diri Akan Dua Perkara


   Imam Hujjatul Islam menyebutkan dalam kitab Ihya' saat membahas tentang menjaga diri dari angan-angan panjang dan melalaikan dekatnya ajal:

   "Jika engkau mengatakan:

    "Sesungguhnya kebanyakan kematian disebabkan oleh penyakit dan jarang sekali yang mati secara mendadak," ketahuilah bahwa kematian bisa terjadi secara tiba-tiba, seandainya engkau tidak meninggal dunia secara tiba-tiba sesungguhnya penyakit pun datangnya secara tiba-tiba, kalau engkau jatuh sakit engkau tidak dapat melakukan amal saleh yang merupakan bekal untuk akhirat."

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ
.
[ Sabilul Iddikar Wal I'tibar Bima Yamurru Bil Insan Waa Yanqadhi Lahu Minal A'mar lil Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad ]

Taubat

*السلام عليكم و رحمة الله و بركاته*

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها تاب الله عليه

Rosulullah SAW bersabda :

_“Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah terima taubatnya.”_

*(كتاب مجموع للحبيب عبد الله بن حسين بن طاهر باعلوي)*

Dengan Menyebut Nama Allah


بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ يَسُوْقُ الْخَيْرَ إِلاَّ الله.     
بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلاَّ الله.       
بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله مَاكَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ الله.
بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله.

Dengan menyebut nama Allah, apa saja yang dikehendaki oleh Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan sesuatu kebaikan melainkan Allah.
Dengan menyebut nama Allah, apa saja yang dikehendaki oleh Allah, tidak ada yang dapat mengalihkan suatu keburukan kecuali Allah.
Dengan menyebut nama Allah, apa saja yang dikehendaki oleh Allah, apa saja nikmat maka ia adalah dari Allah .
Dengan menyebut nama Allah, apa saja yang dikehendaki oleh Allah, tidak ada kekuatan melainkan dengan idzin Allah

*Kutipan dari kitab SYAWARIQUL ANWAR Karangan Almagfur lahu ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD ALAWI ALMALIKI ALHASANI*

Haamiim


حم,حم,حم ,حم,حم,حم,حم-حُمَّ الأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ (حم - تَنْزِيْلَ الْكِتَابِ مِنَ الله الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ, غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لاَ إِ لَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيْرُ)

“Haamiim (7x). Telah ditetapkan segala perkara itu dan telah tiba pertolongan Allah. Oleh karena itu, musuh-musuh kami tidak dibantu untuk mengalahkan kami. “Haamiim. Turunnya Al-Qur’an ini dari Allah swt Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, Yang Mengampuni dosa-dosa, Yang Menerima taubat, Yang Berat adzab-Nya dan Yang Melimpahkan Karunia-Nya, tidak ada Tuhan yang hak disembah melainkan Dia, kepada-Nyalah tempat kembali.”(QS Al-Mukmin:1-3)

*Kutipan dari kitab SYAWARIQUL ANWAR Karangan Almagfur lahu ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD ALAWI ALMALIKI ALHASANI*

Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad saw sudah semakin dekat, Alloh swt semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.

Pada Malam Pertama (ke 1) :

Alloh swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2 :

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh swt.

Pada malam ke 3 :

Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh swt.”

Pada malam ke 4 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5 :

Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim as.

Pada malam ke 6 :

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7 :

Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.

Pada malam ke 8 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Alloh swt Pencipta Alam Semesta.”

Pada malam ke 9 :

Alloh swt semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke 10 :

Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Pada malam ke 11 :

Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.

Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Alloh swt di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.

Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Alloh Adam as, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh untuk menemanimu.”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim as  yang diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh.”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.

BERSAHABAT DENGAN SHOLAWAT

_.._

*SHOLAWAT ITU...*

Rasululloh bersabda, yang artinya :
Orang yang paling banyak memdapat perhatianku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak sholawatnya untukku.

Kita tidak tahu sholat kita, puasa kita, amal kita diterima atau tidak .. tetapi berbahagialah kalian yang banyak sholawat pada Nabi, karena sudah pasti diterima di sisi Allah dan balasan Allah bagi kalian adalah Riyadhul jannah..
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

1. SAUDARAKU...
Aku wasiatkan kepada kalian satu hal.
Dan ingatlah ini baik-baik..
"Tidak ada amalan yg cepat mendatangkan mahabbah atau rasa cinta kepada SAYYIDINA MUHAMMAD SAW. Kecuali sholawat"
Jadi, silahkan membaca sholawat apapun sebisa kalian,,
Yg paling mudah dan pendek adalah "SHOLALLAHU 'ALA MUHAMMAD"

*Hb. MUNDZIR AL MUSAWA*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

2. Sesungguhnya hati yang tidak rindu berjumpa Sayyidina Muhamnad, dan tidak tergugah untuk bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad, itu pasti hati yang terputus dari hakikat keimanan kepada baginda Nabi Muhammad, dan dari hakikat iman kepada Tuhannya Sang Nabi Muhammad.

*HABIB UMAR BIN HAFIDZ*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

3. Orang yang menyebarkan sholawat di antara umat manusia (mengingatkan orang untuk bersholawat lepada Rasululloh), ia akan menjadi orang yang paling dekat dengan Rasululloh.

*HABIB UMAR BIN HAFIDZ*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

4. Kunci segala rahasia adalah bersumber pada bacaan sholawat kepada Rasululloh.

*ABUYA AS SAYYID MUHAMMAD AL MALIKI*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

5. Sholawat itu tidak perlu guru, dan tidak dibatalkan oleh riya'. Lebih bagus lagi kalau ikhlas dan dengan rasa cinta kepada Rasululloh.
Itulah hebatnya sholawat kepada beliau.

*HABIB TAUFIQ BIN ABDUL QADIR ASSEGAF*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

6. Janganlah kalian tidur sehingga kalian bersholawat paling kurang 20x, dan jika seseorang tidur tanpa bersholawat, maka ia adalah mamusia yang rugi, karena menjadi jauh dirinya dengan Rasul.

*HABIB KADZIM BIN JA'FAR ASSEGAF*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

7. Sholawat itu melembutkan hati.

HABIB NOVAL AL BHAKHAITS BA 'ALAWY
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

8. Manusia kini banyak masalah di dalam hati, dengan bersholawat masalah itu akan hilang."

*HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

9. Hidup di akhir zaman ini, jalan menuju Alloh yang selamat adalah dengan memperbanyak sholawat.

*KH. M. ZAINI ABDUL GHANI (GURU SEKUMPUL)*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

10. Jika seseorang menggabungkan antara sholawat pada Nabi SAW dan istighfar pada Alloh, maka ia akan dijamin aman.

*HABIB AHMAD MASYHUR BIN THOHA AL HADDAD*
(Guru Habib Umar bin Hafidz)
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

11. Perbanyaklah istighfar dan sholawat untuk memenuhi hajat kalian.

*KH. ABDUL HAMID (Pasuruan)*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

12. Orang yang mencintai shalawat Nabi Shollallaahu 'alaihi wa sallam akan makmur hidupnya, dzahir dan bathin di dunia, barzakh dan akhirat.

*HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL MUSAWA*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Filosofi Buah dalam Maulid Oleh Guru Kita Romo Yai Asrori RA

Filosofi Buah Maulid Dalam Majelis Maulid Nabi SAW Yang Telah Dituntun Oleh Guru Kita Romo Yai Achmad Asrori Al Ishaqy. RA.

1. BLIMBING
Simbolisasi dari :
(a) harapan agar berkah datang kepada kita dari segala arah penjuru,
(b) rukun Islam,
(c) sholat fardlu.

2. MANGGIS
Simbolisasi akan adanya sifat jujur. Ini dilambangkan melalui jumlah "asesoris" pada kulit manggis bagian bawah, yg selalu sama dengan jumlah isi di dalamnya. Juga warna yang putih bersih pada setiap isi di dalamnya mensimbolkan akan kebersihan hati dan ketulusan niat.

3. JERUK BALI
Simbolisasi dari adanya dua sifat. Satu sisi, kekuatan atau daya tahan kulit terhadap benturan dari luar. Sisi lain, kelembutan dalam melindungi terhadap isi yang ada di dalamnya. Wa Qiila, diriwayatkan, Beliau RA. juga merestui untuk jeruk manis biasa. Diperoleh keterangan bahwa warna serta aroma jeruk yang menyegarkan, merupakan simbolisasi adanya sifat yang selalu menyenangkan orang lain. Diriwayatkan juga, bahwa buah warna dan aroma buah jeruk ini disukai oleh Rasulullah SAW.

4. PISANG
Simbolisasi :
(a) akan adanya nilai manfaat, yang terdapat pada hampir semua bagian tanaman pisang,
(b) adanya sifat lemah lembut dan kerendahan hati.

5. MELON, APEL atau NANAS
Dari sejumlah sumber, diperoleh keterangan bahwa dalam beberapa majelis yang berbeda, Mbah Yai. RA pernah menyebutkan salah satu dari 3 macam buah tsb sebagai urutan buah yg ke-5. Sehingga beberapa sumber tersebut menyimpulkan bahwa 3 buah itu sebagai alternatif, untuk bisa dipilih salah satunya. Buah melon mencerminkan adanya pribadi yang selalu "adem/dingin/cool" serta menjadikan "dingin"-nya bagi orang lain. Adapun perihal makna filosofis utk apel dan nanas, belum ditemukan adanya keterangan yang meyakinkan.

*Mohon Koreksi Jika Ada Kekurangan

Allohumma Sholli 'Ala Sayyidina Wa Maulana Muhammad...