Kamis, 03 Mei 2018

Menjaga Diri Akan Dua Perkara


   Imam Hujjatul Islam menyebutkan dalam kitab Ihya' saat membahas tentang menjaga diri dari angan-angan panjang dan melalaikan dekatnya ajal:

   "Jika engkau mengatakan:

    "Sesungguhnya kebanyakan kematian disebabkan oleh penyakit dan jarang sekali yang mati secara mendadak," ketahuilah bahwa kematian bisa terjadi secara tiba-tiba, seandainya engkau tidak meninggal dunia secara tiba-tiba sesungguhnya penyakit pun datangnya secara tiba-tiba, kalau engkau jatuh sakit engkau tidak dapat melakukan amal saleh yang merupakan bekal untuk akhirat."

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ
.
[ Sabilul Iddikar Wal I'tibar Bima Yamurru Bil Insan Waa Yanqadhi Lahu Minal A'mar lil Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad ]

Taubat

*السلام عليكم و رحمة الله و بركاته*

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها تاب الله عليه

Rosulullah SAW bersabda :

_“Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah terima taubatnya.”_

*(كتاب مجموع للحبيب عبد الله بن حسين بن طاهر باعلوي)*

Dengan Menyebut Nama Allah


بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ يَسُوْقُ الْخَيْرَ إِلاَّ الله.     
بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلاَّ الله.       
بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله مَاكَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ الله.
بِسْمِ الله مَاشَاءَ الله لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله.

Dengan menyebut nama Allah, apa saja yang dikehendaki oleh Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan sesuatu kebaikan melainkan Allah.
Dengan menyebut nama Allah, apa saja yang dikehendaki oleh Allah, tidak ada yang dapat mengalihkan suatu keburukan kecuali Allah.
Dengan menyebut nama Allah, apa saja yang dikehendaki oleh Allah, apa saja nikmat maka ia adalah dari Allah .
Dengan menyebut nama Allah, apa saja yang dikehendaki oleh Allah, tidak ada kekuatan melainkan dengan idzin Allah

*Kutipan dari kitab SYAWARIQUL ANWAR Karangan Almagfur lahu ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD ALAWI ALMALIKI ALHASANI*

Haamiim


حم,حم,حم ,حم,حم,حم,حم-حُمَّ الأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ (حم - تَنْزِيْلَ الْكِتَابِ مِنَ الله الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ, غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِ لاَ إِ لَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيْرُ)

“Haamiim (7x). Telah ditetapkan segala perkara itu dan telah tiba pertolongan Allah. Oleh karena itu, musuh-musuh kami tidak dibantu untuk mengalahkan kami. “Haamiim. Turunnya Al-Qur’an ini dari Allah swt Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, Yang Mengampuni dosa-dosa, Yang Menerima taubat, Yang Berat adzab-Nya dan Yang Melimpahkan Karunia-Nya, tidak ada Tuhan yang hak disembah melainkan Dia, kepada-Nyalah tempat kembali.”(QS Al-Mukmin:1-3)

*Kutipan dari kitab SYAWARIQUL ANWAR Karangan Almagfur lahu ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD ALAWI ALMALIKI ALHASANI*

Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad saw sudah semakin dekat, Alloh swt semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.

Pada Malam Pertama (ke 1) :

Alloh swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2 :

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh swt.

Pada malam ke 3 :

Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh swt.”

Pada malam ke 4 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5 :

Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim as.

Pada malam ke 6 :

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7 :

Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.

Pada malam ke 8 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Alloh swt Pencipta Alam Semesta.”

Pada malam ke 9 :

Alloh swt semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke 10 :

Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Pada malam ke 11 :

Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.

Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Alloh swt di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.

Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Alloh Adam as, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh untuk menemanimu.”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim as  yang diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh.”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.

BERSAHABAT DENGAN SHOLAWAT

_.._

*SHOLAWAT ITU...*

Rasululloh bersabda, yang artinya :
Orang yang paling banyak memdapat perhatianku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak sholawatnya untukku.

Kita tidak tahu sholat kita, puasa kita, amal kita diterima atau tidak .. tetapi berbahagialah kalian yang banyak sholawat pada Nabi, karena sudah pasti diterima di sisi Allah dan balasan Allah bagi kalian adalah Riyadhul jannah..
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

1. SAUDARAKU...
Aku wasiatkan kepada kalian satu hal.
Dan ingatlah ini baik-baik..
"Tidak ada amalan yg cepat mendatangkan mahabbah atau rasa cinta kepada SAYYIDINA MUHAMMAD SAW. Kecuali sholawat"
Jadi, silahkan membaca sholawat apapun sebisa kalian,,
Yg paling mudah dan pendek adalah "SHOLALLAHU 'ALA MUHAMMAD"

*Hb. MUNDZIR AL MUSAWA*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

2. Sesungguhnya hati yang tidak rindu berjumpa Sayyidina Muhamnad, dan tidak tergugah untuk bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad, itu pasti hati yang terputus dari hakikat keimanan kepada baginda Nabi Muhammad, dan dari hakikat iman kepada Tuhannya Sang Nabi Muhammad.

*HABIB UMAR BIN HAFIDZ*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

3. Orang yang menyebarkan sholawat di antara umat manusia (mengingatkan orang untuk bersholawat lepada Rasululloh), ia akan menjadi orang yang paling dekat dengan Rasululloh.

*HABIB UMAR BIN HAFIDZ*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

4. Kunci segala rahasia adalah bersumber pada bacaan sholawat kepada Rasululloh.

*ABUYA AS SAYYID MUHAMMAD AL MALIKI*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

5. Sholawat itu tidak perlu guru, dan tidak dibatalkan oleh riya'. Lebih bagus lagi kalau ikhlas dan dengan rasa cinta kepada Rasululloh.
Itulah hebatnya sholawat kepada beliau.

*HABIB TAUFIQ BIN ABDUL QADIR ASSEGAF*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

6. Janganlah kalian tidur sehingga kalian bersholawat paling kurang 20x, dan jika seseorang tidur tanpa bersholawat, maka ia adalah mamusia yang rugi, karena menjadi jauh dirinya dengan Rasul.

*HABIB KADZIM BIN JA'FAR ASSEGAF*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

7. Sholawat itu melembutkan hati.

HABIB NOVAL AL BHAKHAITS BA 'ALAWY
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

8. Manusia kini banyak masalah di dalam hati, dengan bersholawat masalah itu akan hilang."

*HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

9. Hidup di akhir zaman ini, jalan menuju Alloh yang selamat adalah dengan memperbanyak sholawat.

*KH. M. ZAINI ABDUL GHANI (GURU SEKUMPUL)*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

10. Jika seseorang menggabungkan antara sholawat pada Nabi SAW dan istighfar pada Alloh, maka ia akan dijamin aman.

*HABIB AHMAD MASYHUR BIN THOHA AL HADDAD*
(Guru Habib Umar bin Hafidz)
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

11. Perbanyaklah istighfar dan sholawat untuk memenuhi hajat kalian.

*KH. ABDUL HAMID (Pasuruan)*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

12. Orang yang mencintai shalawat Nabi Shollallaahu 'alaihi wa sallam akan makmur hidupnya, dzahir dan bathin di dunia, barzakh dan akhirat.

*HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL MUSAWA*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Filosofi Buah dalam Maulid Oleh Guru Kita Romo Yai Asrori RA

Filosofi Buah Maulid Dalam Majelis Maulid Nabi SAW Yang Telah Dituntun Oleh Guru Kita Romo Yai Achmad Asrori Al Ishaqy. RA.

1. BLIMBING
Simbolisasi dari :
(a) harapan agar berkah datang kepada kita dari segala arah penjuru,
(b) rukun Islam,
(c) sholat fardlu.

2. MANGGIS
Simbolisasi akan adanya sifat jujur. Ini dilambangkan melalui jumlah "asesoris" pada kulit manggis bagian bawah, yg selalu sama dengan jumlah isi di dalamnya. Juga warna yang putih bersih pada setiap isi di dalamnya mensimbolkan akan kebersihan hati dan ketulusan niat.

3. JERUK BALI
Simbolisasi dari adanya dua sifat. Satu sisi, kekuatan atau daya tahan kulit terhadap benturan dari luar. Sisi lain, kelembutan dalam melindungi terhadap isi yang ada di dalamnya. Wa Qiila, diriwayatkan, Beliau RA. juga merestui untuk jeruk manis biasa. Diperoleh keterangan bahwa warna serta aroma jeruk yang menyegarkan, merupakan simbolisasi adanya sifat yang selalu menyenangkan orang lain. Diriwayatkan juga, bahwa buah warna dan aroma buah jeruk ini disukai oleh Rasulullah SAW.

4. PISANG
Simbolisasi :
(a) akan adanya nilai manfaat, yang terdapat pada hampir semua bagian tanaman pisang,
(b) adanya sifat lemah lembut dan kerendahan hati.

5. MELON, APEL atau NANAS
Dari sejumlah sumber, diperoleh keterangan bahwa dalam beberapa majelis yang berbeda, Mbah Yai. RA pernah menyebutkan salah satu dari 3 macam buah tsb sebagai urutan buah yg ke-5. Sehingga beberapa sumber tersebut menyimpulkan bahwa 3 buah itu sebagai alternatif, untuk bisa dipilih salah satunya. Buah melon mencerminkan adanya pribadi yang selalu "adem/dingin/cool" serta menjadikan "dingin"-nya bagi orang lain. Adapun perihal makna filosofis utk apel dan nanas, belum ditemukan adanya keterangan yang meyakinkan.

*Mohon Koreksi Jika Ada Kekurangan

Allohumma Sholli 'Ala Sayyidina Wa Maulana Muhammad...

Falsafah SAWANG SINAWANG

Renungan hidup
 
● _Aku melihat hidup orang lain begitu  nikmat,_
_Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.._

● _Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan,_
_Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri.._

● _Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,_
_Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dlm kehidupannya.._

● _Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,_
_Ternyata ia hanya berbahagia "menjadi apa adanya".._

● _Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,_
_Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.._

● _Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain.._
_Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku.._
_Tapi rejekiku tahu dimana diriku.._

● _Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah telah memerintahkannya menuju kepadaku..._

● _Allah yang Maha pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku.._

● _Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja.. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya.._

● _Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda.._

● _Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.._

● _Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.._

● _Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya.._
_Ikhtiar itu perbuatan.._
_Rejeki itu kejutan.._

● _Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak.._
_"Darimana dan digunakan untuk apa" Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan "Hak Milik"..._ 

_*Semoga Bermanfaat*_

URAT BATU YANG TERUS MENYALA DI HATI

Inilah kenangan mendalam saya tentang keluasan dan kedalaman persahabatan dan strategi Beliau Hadratus Syaikh KH Achmad Asrori Al-Ishaqi ra dalam memberikan jalan yang luas, mudah, dan cepat, dalam menguatkan kecintaan masyarakat Indonesia kepada para Salafuna al-Sholihun.

Betapa tidak,  kita telah menyaksikan bagaimana para tokoh besar Indonesia, Malaysia, dan Singapore, terbukti  menerima kehangatan Beliau Guru kita. Sebut saja berapa contoh kegiatan strategis yang pernah kita alami bersama Beliau:

1.Tahlil 7 hari meninggalnya Ibu Tien Soeharto di Makam Imogiri dan Ndalem Kalitan. Siapun akan melihat betapa hangat dan santunnya Pak Harto dan putra putrinya dengan Guru kita.

2.Haflah Dzikir, Maulid, dan Tahlil di Graha Surabaya yang mempertemukan Presiden Habibie dengan Beliau.

3.Kunjungan Presiden SBY di Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya dalam acara pemberian bantuan kepada pondok-pondok pesantren dan lembaga keagamaan lain.

4.Kehangatan komunikasi Bapak Jenderal H. Tri Soetrisno, Wakil Presiden RI, ketika di rumah dinas Wapres membicarakan tentang adab manusia dengan Allah.

5.Kehadiran KH. Hasyim Muzadi pada beberapa kali Haul Akbar di Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya. Selain itu, pada saat kegiatan ziarah Wali Songo, Al Khidmah juga mengadakan Haflah Dzikir di Ponpes Mahasiswa Al-Hikam asuhan Mantan Ketua Umum PBNU itu di Jakarta.

6.Kehadiran Beliau Guru kita dalam ulang tahun Jumenengan Kenaikan Tahta Sri Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Jogjakarta.

7.Kehadiran Pangdam IV Diponegoro dan Gubernur Jateng Bapak Mardianto di Majlis Sholat Malam di Masjid Baiturahman Semarang.

8.Keseriusan Beliau dalam mempersiapkan dan melaksanakan Haul H. Mohammad Gobel (orangtua Rachmat Gobel, Mantan Menteri Perdagangan RI), yang akhirnya kita ketahui sebagai haul terakhir sebelum Beliau berpulang  menghadap Sang Haliq.

9.Kehadiran Prof. Dr. Mohamad Nuh DEA (mantan Rektor ITS dan Mendiknas RI), Prof. dr. Rofiq (mantan Rektor Unissula), Drs. H. Aminuddin Sanwar MM (mantan Dekan Fakultas Dakwah UIN Semarang), dan beberapa pejabat sipil dan militer dalam Deklarasi Pendirian Al Khidmah Desember 2005 di Al Fithrah Semarang. Perlu juga kita renungkan secara mendalam, mengapakah Beliau Hadratus justru meminta tokoh-tokoh akademisi memberikan kata sambutan dalam Deklarasi Al Khidmah, di saat yang sama banyak Habaib, Masyayikh, Kiai-Kiai sepuh yang juga hadir dalam sambutan tersebut. Isyarah apakah ini?

10.Masih banyak contoh lain yang tidak bisa saya ceritakan semuanya, seperti kehadiran Yang Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz dari Yaman dan Al-Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi Al-Jailani (cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jilani ra) dari Makkah, dalam Haul Akbar Al Khidmah di PP Al Fitrah Surabaya. Serta sambutan yang hangat dan penghormatan Sayyid Alawi Al-Maliki dari Makkah saat berjumpa Beliau Hadratus Syaikh, dan dengan rendah hati Sayyid Alwi mengatakan, “Saya bukanlah Syekh Thoriqoh. Syekh Thoriqoh silakan berguru kepada Syekh Asrori”. Subhanallah…

Cerita ini barangkali yang mengilhami banyak orang, khususnya mengilhami para generasi muda potensial, dalam meyakini bahwa Al Khidmah suatu saat akan tumbuh menjadi organisasi besar dunia, seperti yang sudah dirintis oleh Muhammadiyah dan NU.

Cerita ini mengemuka dalam beberapa diskusi. Saya masih ingat ketika tiga bulan sebelum Munas II Al-Khidmah Indonesia di Jogjakarta, muncul pertanyaan “apa dan bagaimana sebenarnya peranan strategis  organisasi Al Khidmah dalam mwewujudkan harapan Guru kita?“.

Waktu itu ada anak muda yang nyletuk menyarankan kepada saya, “Bapak perlu membaca sejarah bagaimana Pak Karno menyiapkan Kemerdekaan RI di masa penjajahan Jepang.“ Kemudian anak muda itu juga memberikan buku sejarah kemerdekaan India dan Pakistan kepada saya.

Beberapa hari ini saya sempatkan kembali membaca buku-buku itu plus buku-buku lain, seperti perjalanan bersejarah Panglima Cheng Hoo  ke 37 negara di seluruh dunia. Rasanya saya seperti terbuai dalam perjalanan panjang di satu mobil, berdialog dengan Pak Karno, Jawaharlal Nehru, dan Panglima H. Muhammad Cheng Ho. Lalu tiba-tiba terbangun karena ada “roadblock”; dihentikan polisi untuk pemeriksaaan surat-surat kendaraan.

Saya bertanya dalam hati, sampai dimanakah perjalan kami sekarang?  Akankah umur saya akan menjumpai Haul Akbar di Manokwari Papua, Entikong Kalimantan, Vietnam, Kamboja, dan seluruh dunia?

Wallahu a’laam bis showab…

Semua menggantungkan harapan besar kepada Pengurus Al Khidmah, mulai dari Pusat sampai ke Pengurus Anak Ranting (RT/RW), juga kepada para penerus generasi muda Al Khidmah yang peduli terhadap cita-cita mulia dari Beliau Hadratus Syaikh Achmad Asrori Al-Ishaqi ra.

Marilah kita berdoa dan membantu sekuat yang bisa kita lakukan untuk mereka [Has]

Semarang, 5 November 2015

Oleh: Bung Has

Setiap Baris Makna Ayat Dari Surat Yasiin

Sekadar Perkongsian Bersama..
Surah Yaasin

Pengertian Setiap Ayat :
Ayat 1 - 9 - Untuk keselamatan diri

Ayat 9 - Orang jahat tak nampak kita terutama orang kafir.

Ayat 12 - Merupakan Jantung Yaasiin - Rasulullah s.a.w. berharap ayat ini dihafal oleh setiap mukmin dan mukminat.

Ayat 13 - 35 - Mengisahkan orang-orang yang mati syahid.

Ayat 22 - 23 - Untuk menjaga aqidah memberi hidayah kepada anak.

Ayat 29 - Sebagai amalan untuk mengelakkan diri daripada difitnah dan kejahatan mulut.

Ayat 29 - Untuk digunakan jika kita rasa orang nak fitnah atau aniaya kita.
Lebih elok selepas baca di semburkan ke muka orang tersebut.

Ayat 30 - Untuk keinsafan - Supaya dapat dipertemukan dengan Allah s.w.t. (harus sentiasa berada dihati - beramal dengannya).

Ayat 32 - Untuk menginsafkan orang lain supaya menjadi baik.
Caranya - Ingat yang segalanya datang dari Allah s.w.t, kita umat Muhammad s.a.w, kita orang Islam dll.

Ayat 33 - 35 - Elok dijadikan amalan bagi sesiapa yang suka bercucuk tanam. Tanaman akan subur.

Ayat 36 - Menerangkan yang kehidupan ataupun kejadian di dunia ini dijadikan berpasang-pasangan.
Ayat ini elok diamalkan bagi sesiapa yang belum berkahwin supaya di pertemukan jodoh.
Caranya : Baca dan berdoa, hembus dan sapu pada muka setiap pagi sebelum keluar rumah.

Ayat 37 - Adalah untuk menetapkan hati - aqidah diri sendiri... Hati yang kering akan hidup semula.

Ayat 38 - Mengisahkan yang bulan dan matahari pun sujud pada Allah s.w.t. yang satu.

Ayat 39 - Mengisahkan ilmu falak.

Ayat 40 - Merupakan kenyataan Allah s.w.t. yang satu.

Ayat 41 - Mengisahkan Nabi Noh a.s. naik kapal, elok dibaca sewaktu menaiki kenderaan.

Ayat 44 - Mengisahkan keseronokan hidup di dunia - dibaca untuk menjauhkan fitnah dalam hidup.

Ayat 45 - 48 - Merupakan kedegilan orang kafir kepada Allah s.w.t.

Ayat 49 - Menceritakan hari akhirat dan kehidupannya.
Tiupan pertama - Datang dengan tiba-tiba
Tiupan ke-dua - Hancur
Tiupan ke-tiga - Semua orang dihidupkan semula dan hadir di padang Mahsyar.

Ayat 50 - Setiap orang akan dihisab mengikut amalannya.

Ayat 58 - Merupakan salam daripada Allah. Jika rasa sakit kepala, baca dan sapukan ke kepala. Ulang sebanyak 3 kali.

Ayat 76 - Dibaca untuk mententeramkan diri dari fitnah orang. Dijadikan amalan.

Ayat 77 - Jika hati rasa sedih, sebak atau pun kecewa. Sambil pegang dan urut dada, bacalah ayat tersebut.

Ayat 78 - 79 - Dikhaskan untuk sakit urat, tulang dan badan. Untuk doa bermula daripada ayat yang bermaksud : "dia berkata, Siapakah (yang dapat) menghidupkan tulang belulang padahal telah hancur?"

Ayat 78 dan 79 - Bacalah jika sakit tulang, urat atau tulang patah.

Ayat 80 - "Katakanlah, yang akan menghidupkannya ialah yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk."

Ayat 82 - Untuk Hajat - Jika berhajat sesuatu, bacalah 100 kali. Dibaca pada air dan minum selama 40 hari.

Perlu Baca Dengan Penuh Keyakinan 👍

“Kekasihku” Muhammad SAW

As Sayidah Aminah RA berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab.

Suatu malam, ketika aku dalam kenikmatan tidur, tiba tiba masuk seorang laki-laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya.

Dia berkata, “Marhaban bika Ya Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia”
“Apa yang engkau inginkan?”
“Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai As Sayyidah Aminah, engkau sedang mengandung “Sayidil Basyar” (Pemimpin Manusia)”

Pada bulan kedua datang seorang laki-laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Ya Rasulallah (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Tsits”
“Apa yang engkau inginkan”
“Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai As Sayyidah Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibut Ta’wil wal Hadits” (Pemilik Ta’wil dan Hadits)”

Pada bulan ketiga datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Idris”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyir Ro-iis” (Nabi Pemimpin)”.

Pada bulan keempat datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Nuh”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibun Nashri wal Futuh” (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”.

Pada bulan kelima datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Qarib Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Hud”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bergembiralah wahai As Sayyidah Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud” (Pemilik Syafaat di Hari persaksian/ Hari kiamat)”.

Pada bulan keenam datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Ibrohim AlKholil”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Jalil” (Nabi SAW yang Agung)”.
Pada bulan ketujuh datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Malih” (Nabi yang Elok)”.

Pada bulan kedelapan datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran”
“Apa yang engkau inginkan”
“Kabar gembira Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an” (Orang yang akan diuturunkan padanya Al-Qur’an)”.

Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rosulallah” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Mukarrom wa rosulil mu’adhom” (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)”.

As Syaikh Nawawi RA, Banten, Maulid Ibriz, hlm 17-19

Copas dari Lukman Sayyid Gade

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM


-----------------
1. Orang yang pertama menulis
Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air
zamzam :
Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama
berkhitan :
Nabi Ibrahim AS
4. Orang yang pertama diberikan
pakaian pada
hari qiamat :
Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil
oleh Allah
pada hari qiamat :
Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama
mengerjakan sa'i antara Safa &Marwah :
Sayyidatina Hajar
7. Orang yang pertama
dibangkitkan pada hari
qiamat :
Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi
Khalifah Islam :
Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama
menggunakan Kalender
Hijriyyah :
Umar bin Al-Khattab
10. Orang yang pertama
meletakkan Jabatan khalifah
dalam Islam :
Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama
menyusukan Nabi Muhammad
SAW :
Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan lelaki :
Haris bin Abi Halah
13. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan
wanita :
Sumayyah binti Khabbat
14. Orang yang pertama menulis
hadis di dalam kitab /
lembaran :
Abdullah bin Amru bin Al-Ash
15. Orang yang pertama memanah
dalam perjuangan
fisabilillah :
Saad bin Abi Waqqas
16. Orang yang pertama menjadi
muazzin dan
menyerukan adzan: Bilal bin
Rabah
17. Orang yang pertama
sembahyang dengan Rasulullah
SAW :
Ali bin Abi Tholib
18. Orang yang pertama membuat
mimbar masjid Nabi
SAW :
Tamim Ad-dary
19. Orang yang pertama
menghunus
pedang dalam
perjuangan fisabilillah : Zubair
bin Al-
Awwam
20. Orang yang pertama menulis
sejarah Nabi Muhammad SAW :
Ibban bin Othman bin Affan
21. Orang yang pertama beriman
dengan Nabi
SAW :
Khadijah bt Khuwailid.
22. Orang yang pertama
menggagas usul fiqh :
Imam Syafi'i RH.
23. Orang yang pertama membina
penjara dalam Islam:
Ali bin Abi Tholib
24. Orang yang pertama menjadi
raja dalam Islam :
Muawiyah bin Abi Sufyan
25. Orang yang pertama membuat
perpustakaan umum:
Harun Ar-Rasyid
26. Orang yang pertama
mengadakan baitulmal : Umar bin Khattab
27. Orang yang pertama
menghafal Al-Qur'an setelah
Rasulullah SAW :
Ali bin Abi Tholib
28. Orang yang pertama membangun
menara di Masjidil
Haram Mekah:
Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur
29. Orang yang pertama digelar
Al-Muqry :
Mus'ab bin Umair
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga :
Nabi Muhammad SAW.              

HAK ALLAH DI PAGI HARI

**

  *Rasulullah SyaAllah ‘alaihiwasallam bersabda*  :

“ Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya DUNIA yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya:
1. Kebingungan yang tiada putusnya;
2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya;
3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi; dan
4. Keinginan yang tidak tercapai”.

( HR. Ath Thabrani).

Maka mulailah pagi harimu dengan menjaga hak Allah terlebih dahulu, dan bersyukhur karena Dia masih memberi umur dan kesempatan untuk hidup, dengan demikian Allah akan menjaga “DUNIA” mu.

Dimulai dengan membaca doa bangun tidur:

"اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya :
"Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan dibangkitkan."

Berikutnya adalah shalat sunnah sebelum subuh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).

Apa yang perlu dikhawatirkan jika anda telah mendapatkan yang lebih baik dari dunia dan seisinya?

Kemudian shalat subuh berjama'ah di masjid bagi laki-laki.

“Barang siapa yang shalat subuh maka dia berada dlm jaminan Allah…” (HR. Muslim no. 163).

Apa yang anda takutkan jika Allah yang maha memiliki alam semesta ini telah menjamin hari mu?

Kemudian diikuti dzikir di pagi hari.

“Maukah kamu aku tunjukkan  perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak?” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377)

Dan apa yang perlu diresahkan jika dengan dzikir pagimu, Allah akan mengangkat derajatmu?

Dengan berdzikir maka pagi mu akan menjadi lebih indah dan berseri.

“…Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi TENANG.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Lalu tutup pagimu dengan sholat dhuha, bersedekah untuk 360 persendianmu, maka Allah akan mencukupimu hingga sore hari :

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, jangan-lah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286),

“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354

Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dengan memelihara hak Allah.

Semoga kita dijadikan hamba Allah yang senantiasa bersyukur dan senantiasa mendahulukan hak-hak Allah.

Aamiin ya Robbal 'Aalamiin. Baarakallahu Fiikum.

*Semangat Pagi*